• Minggu, 24 September 2023

Pembubaran Partai Dinilai Bualan Semata, Ini Tanda Awal Kekalahan NasDem di NTT

- Selasa, 23 Mei 2023 | 15:59 WIB
Pengamat Politik Universitas Nusa Cendana ( Undana ) Kupang, Yeftha Yerianto Sabaat, S.IP,.M.IP( Dok. Pribadi )
Pengamat Politik Universitas Nusa Cendana ( Undana ) Kupang, Yeftha Yerianto Sabaat, S.IP,.M.IP( Dok. Pribadi )

 


BATASTIMOR.COM -Pengamat Politik Undana Kupang, Yeftha Yerianto Sabaat, S.IP.M.IP menyebut pernyataan Surya Paloh soal pembubaran partai jika kadernya Korupsi dinilai hanya bualan semata.

"Saya pikir itu hanya bualan semata, sebab sudah banyak politisi di negeri ini yang pernah berucap janji tapi tidak ditepati/terlaksana. (Lihat Anas Urbaningrum dan Amien Rais).
Pernyataan Surya Paloh juga bisa dijadikan anekdot oleh lawan politik untuk menjatuhkan Nasdem," demikian disampaikan Yeftha Yerianto kepada batastimor.com, Selasa (23/5/2023).


Lebih lanjut dikatakan Yeftha, Penetapan Sekjen Partai Nasdem sebagai tersangka tentunya punya konsekuensi politik terhadap nama baik partai Nasdem itu sendiri sekaligus segala sesuatu yang terkait atau berhubungan dengan Nasdem.

Baca Juga: Bakal Seru! Indonesia Tantang Argentina di FIFA Matchday Juni 2023, Marselino Ancam Sleding Lionel Messi

Baca Juga: Berikut! 14 Sekolah di Alor yang Menerima Bantuan DAK dan DAU Spesifik Grand

Salah satunya, kata dia, ialah Anies Baswedan yang merupakan capres yang diusung oleh Nasdem.

Hal ini juga kemudian berdampak buruk pada proses pencapresan Anies, sekaligus bisa dimanfaatkan oleh lawan politik sebagai senjata untuk menjatuhkan elektabilitas Nasdem dan Anies sebagai Capres.

Efek domino, beber Yefta, dari penetapan Sekjen Partai Nasdem sebagai tersangka kasus korupsi juga berdampak pada elektabilitas partai di tingkat nasional maupun di tingkat lokal.

Baca Juga: Menelusuri Keindahan Wisata Alam Batu Termanu di Beranda Terselatan Indonesia, Begini Kisah Sejarahnya

Baca Juga: Viral Pemain Timnas Indonesia U-22 Saat Berlibur ke Kampungnya di NTT Usai Juara SEA Games 2023

Kasus tersebut juga sekaligus menjadi batu sandungan bagi pergerakan Nasdem di daerah, baik dalam proses pilkada maupun pileg.

"Karena bisa saja opini publik yang terbentuk nanti di setiap tingkatan pilkada (provinsi, Kota-Kabupaten) memberi label partai korup kepada Nasdem. Apalagi tersangka Korupsi itu adalah orang NTT, saya melihat ini sebagai tanda awal kekalahan Nasdem di NTT," imbuhnya.***

Baca Juga: Viral! Megawati Mendadak Singgung Pilgub NTT, Nama Marianus Sae Disebut

Editor: Jho Kapitan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X